Senandung Untuk-MU Yaa Robbi

8:49 AM hidayahratih.blogspot.com 2 Comments

Allahuakbar
allahuakbar
allahuakbar
Laa ilaa ha illallah hu allah hu akbar
Allahuakbar walillaa hilkham...
Takbir tiada ahir dimalam Idul Adha-MU, dengan jiwa yang bersimpuh meluruhkan hawa nafsu untuk selalu mendekat kepada-Mu, raga yang masih menarikan jemari diatas monitor imtasi ciptaan manusia, masih takut dengan dosa ketika semua ini akan musnah nantinya. tetapi kini kuberfikir Engkau yeng paling mengerti segalanya....
Robb izinkan aku mengenaliMU dari nama-namaMU, meski ku belum sanggup jika memahami semua nama itu...

Bismillahi bada'na wal hamdulirobbina, washolatu wasalam linnabi habibina
Ya Allah ya Robbana anta maqsuduna Ridhoka mathlubunaa dunyana wa ukhrona
Ya Rahmanu ya Rohim ya Maliku ya Kudus ya Salamu ya Mukmin ya Muhaiminu ya Aziz ya Jabbaru Muttakabbir ya Kholiqu Ya Bari' ya Mushowwiru ya Ghoffar ya Qoharu ya Waahab....ila akhirihi...

Doa yang mengakhiri asma-MU merefleksikan kepadaku bagaimana hendaknya aku harus mensyukuri segala nikmat yang Engkau berikan, mengajariku untuk selalu rendah hati agar tak tersesat. bahkan aku berharap apapun aktifitasku aku ingin selalu diberi kesempatan untuk mengingat asma-MU. 

 Bi asma ikal khusna ighfirlana dzunu bana waliwalidinaa wadzurriyatina, kafir'anna syayyiatina wastur'ala 'uyubina, wajbur 'ala nuqsonina warfa'da rojatina , wazidna 'ilmanafi'a warizqon wasi'a khalalan toyyiba wa amalan sholiha, wanawwir qulu baana wayasir umurona, washokhih ajsadana daiman khayatina, illal khoiriqoribnaa 'annisyarriba'idna wal qurba roja unaa akhiron nilnal muna, balighmaqosidana, waqdi khawaa ijana walhamdu ilahina alladzi hadana...solli wassalim 'ala thohakho lilirrohman wa alihi wasahbihi illa akhirizzaman.

Titipan yang  tak pernah terduga kapan akan di ambil kembali oleh pemiliknya. Hidup ini kadang seperti kaca yang merefleksikan siapa diri kita, darimana kita, dan apa saja yang sudah kita perbuat di saat itu juga. namun, seakan-akan kita melawan lupa dan berpura-pura tidak menegtahuinya. Allah Mahatau apa yang kita perbuat, hingga pada detik terakhir kita memijakkan langkah di garis-NYA, Dia masih memberikan tanda-tanda yang dijadikan sebagi saksi hidup kita. Memang jarang yang mengetahui apa tanda-tanda itu, kadang hanya terbersit satu kata "oke", ternyata kata "oke" itu mempunyai 2 arti. arti pamitan dan arti "oke" yang sebenarnya.
Semestinya manusia selalu mengingat apa yang sudah Ia lakukan, dan berusaha selalu mengingat Tuhan disetiap jejak yang disinggahi. Sebelum menyesal selama-lamanya. Wallahu'alam  .


RH_03102014_22.40p.m

2 comments: