Apa nggak Aneh ?
Ibarat sebuah hutan tanpa pohon yang rindang, terlihat bahwa hutan
tersebut gundul tanpa nyawa, mungkin ilustrasi tersebut dapat diterapkan pada
pendidikan masa kini yang mungkin masih berlika-liku tanpa aksesoris yang bisa
menjadikan ciri khas pendidikan tersebut. Lihat saja, sekarang masih banyak
anak-anak yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan, padahal pendidikan yang
dialami oleh anak-anak yang sudah berada di bangku sekolah mereka mengatakan
bahwa sekolah seperti sebuah penjara. Penjara yang selalu memberi batasan akan
waktu yang mungkin waktu tersebut adalah sesuatu yang sangat berharga
untuk mengembangkan bakat dan minat
mereka, tetapi apa yang terjadi semua kandas oleh terjangan mata pelajaran yang
membuat otak mereka penat dan ngilu dengan semua pelajaran yang mereka hadapi,
terlebih lagi mata pelajaran yang mereka suka jumlah waktunya begitu singkat
dibandingkan dengan jam-jam mata pelajaran yang lain. Hal ini membuktikan bahwa
sebenarnya pendidikan belum mencetak para generasi penerus yang sinkron dengan
hal yang mereka suka. Padahal sesuatu yang akan terwujud dari seseorang yang
pertama adalah rasa suka yang akan membawa mereka pada gerbang kreativitas.
Kreativitas yang akan terbentuk dari penanaman nilai-nilai pendidikan yang
telah disusun oleh para pendidik yang disesuaikan dengan keinginan anak didik
masing-masing. Menurut saya, sesuatu yang dikehendaki atas keinginan kita akan
menjadi sebuah fantasi yang akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih
baik, dan akan menjadi pribadi yang lebih berkualitas pada bidangnya.
Berkacalah pada
sebuah pengalaman,karena pengalaman adalah hal yang menjadi dasar sebuah pemikiran
dan nyata di depan mata seseorang, karena dari pengalaman seseorang mampu
bercerita bermacam-macam objek.
Menceritakan tentang hidupnya atau pengalaman dari orang lain sekalipun. Nah, ketika kita terapkan
pengalaman-pengalaman itu pada pendidikan alangkah baiknya segala pelajaran
yang bersangkutan dengan hal tersebut diurutkan sesuai dengan kegemaran anak
didik, sehingga dapat tercipta keseimbangan dalam kegiatan belajar mengajar.
Adapun tentang pendidikan karakter yang kedepannya akan membentuk karakter seseorang
, harus mempunyai kunci yang pas dengan cetakan tersebut yaitu “penyesuaian”
dengan apa yang disenangi anak didik.
Tentang pembelajaran tematik yang sekarang ini
sedang gencar di muka publik, adalah salah satu cara untuk mengumpulkan
unek-unek peserta didik yang mempunyai tema pembelajaran yang sama, hanya saja
disini pendidik wajib mengontrol semua kegiatan yang di lakukan oleh peserta
didik, dikarenakan tanpa kontrol kegiatan pembelajaran juga tidak akan efektif
seperti yang pendidik harapkan. Selain pembelajaran efektif metode ini dapat
mengatarkan siswa pada hal yang mereka senangi ,dan secara tidak langsung
seseorang akan menyalurkan gagasan dan kreativitas mereka pada bidang yang
ditekuni. Pembimbingpun bisa memanfaatkan softskill mereka untuk
membantu muridnya dalam mengembangkan bakat-bakat mereka. Kegiatan yang tidak
mungkin monoton ini, sangat cocok bagi anak-anak yang memang mencari jati
dirinya.RH.8.14.8/10/14

0 comments: