Apa nggak Aneh ?

6:15 PM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments

Ibarat sebuah hutan tanpa pohon yang rindang, terlihat bahwa hutan tersebut gundul tanpa nyawa, mungkin ilustrasi tersebut dapat diterapkan pada pendidikan masa kini yang mungkin masih berlika-liku tanpa aksesoris yang bisa menjadikan ciri khas pendidikan tersebut. Lihat saja, sekarang masih banyak anak-anak yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan, padahal pendidikan yang dialami oleh anak-anak yang sudah berada di bangku sekolah mereka mengatakan bahwa sekolah seperti sebuah penjara. Penjara yang selalu memberi batasan akan waktu yang mungkin waktu tersebut adalah sesuatu yang sangat berharga untuk  mengembangkan bakat dan minat mereka, tetapi apa yang terjadi semua kandas oleh terjangan mata pelajaran yang membuat otak mereka penat dan ngilu dengan semua pelajaran yang mereka hadapi, terlebih lagi mata pelajaran yang mereka suka jumlah waktunya begitu singkat dibandingkan dengan jam-jam mata pelajaran yang lain. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya pendidikan belum mencetak para generasi penerus yang sinkron dengan hal yang mereka suka. Padahal sesuatu yang akan terwujud dari seseorang yang pertama adalah rasa suka yang akan membawa mereka pada gerbang kreativitas. Kreativitas yang akan terbentuk dari penanaman nilai-nilai pendidikan yang telah disusun oleh para pendidik yang disesuaikan dengan keinginan anak didik masing-masing. Menurut saya, sesuatu yang dikehendaki atas keinginan kita akan menjadi sebuah fantasi yang akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan akan menjadi pribadi yang lebih berkualitas pada bidangnya.
            Berkacalah pada sebuah pengalaman,karena pengalaman adalah hal yang menjadi dasar sebuah pemikiran dan nyata di depan mata seseorang, karena dari pengalaman seseorang mampu bercerita bermacam-macam  objek. Menceritakan tentang hidupnya atau pengalaman dari orang lain  sekalipun. Nah, ketika kita terapkan pengalaman-pengalaman itu pada pendidikan alangkah baiknya segala pelajaran yang bersangkutan dengan hal tersebut diurutkan sesuai dengan kegemaran anak didik, sehingga dapat tercipta keseimbangan dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun tentang pendidikan karakter yang kedepannya akan membentuk karakter seseorang , harus mempunyai kunci yang pas dengan cetakan tersebut yaitu “penyesuaian” dengan apa yang disenangi anak didik.
            Tentang pembelajaran tematik yang sekarang ini sedang gencar di muka publik, adalah salah satu cara untuk mengumpulkan unek-unek peserta didik yang mempunyai tema pembelajaran yang sama, hanya saja disini pendidik wajib mengontrol semua kegiatan yang di lakukan oleh peserta didik, dikarenakan tanpa kontrol kegiatan pembelajaran juga tidak akan efektif seperti yang pendidik harapkan. Selain pembelajaran efektif metode ini dapat mengatarkan siswa pada hal yang mereka senangi ,dan secara tidak langsung seseorang akan menyalurkan gagasan dan kreativitas mereka pada bidang yang ditekuni. Pembimbingpun bisa memanfaatkan softskill mereka untuk membantu muridnya dalam mengembangkan bakat-bakat mereka. Kegiatan yang tidak mungkin monoton ini, sangat cocok bagi anak-anak yang memang mencari jati dirinya.

RH.8.14.8/10/14

0 comments:

Senandung Untuk-MU Yaa Robbi

8:49 AM hidayahratih.blogspot.com 2 Comments

Allahuakbar
allahuakbar
allahuakbar
Laa ilaa ha illallah hu allah hu akbar
Allahuakbar walillaa hilkham...
Takbir tiada ahir dimalam Idul Adha-MU, dengan jiwa yang bersimpuh meluruhkan hawa nafsu untuk selalu mendekat kepada-Mu, raga yang masih menarikan jemari diatas monitor imtasi ciptaan manusia, masih takut dengan dosa ketika semua ini akan musnah nantinya. tetapi kini kuberfikir Engkau yeng paling mengerti segalanya....
Robb izinkan aku mengenaliMU dari nama-namaMU, meski ku belum sanggup jika memahami semua nama itu...

Bismillahi bada'na wal hamdulirobbina, washolatu wasalam linnabi habibina
Ya Allah ya Robbana anta maqsuduna Ridhoka mathlubunaa dunyana wa ukhrona
Ya Rahmanu ya Rohim ya Maliku ya Kudus ya Salamu ya Mukmin ya Muhaiminu ya Aziz ya Jabbaru Muttakabbir ya Kholiqu Ya Bari' ya Mushowwiru ya Ghoffar ya Qoharu ya Waahab....ila akhirihi...

Doa yang mengakhiri asma-MU merefleksikan kepadaku bagaimana hendaknya aku harus mensyukuri segala nikmat yang Engkau berikan, mengajariku untuk selalu rendah hati agar tak tersesat. bahkan aku berharap apapun aktifitasku aku ingin selalu diberi kesempatan untuk mengingat asma-MU. 

 Bi asma ikal khusna ighfirlana dzunu bana waliwalidinaa wadzurriyatina, kafir'anna syayyiatina wastur'ala 'uyubina, wajbur 'ala nuqsonina warfa'da rojatina , wazidna 'ilmanafi'a warizqon wasi'a khalalan toyyiba wa amalan sholiha, wanawwir qulu baana wayasir umurona, washokhih ajsadana daiman khayatina, illal khoiriqoribnaa 'annisyarriba'idna wal qurba roja unaa akhiron nilnal muna, balighmaqosidana, waqdi khawaa ijana walhamdu ilahina alladzi hadana...solli wassalim 'ala thohakho lilirrohman wa alihi wasahbihi illa akhirizzaman.

Titipan yang  tak pernah terduga kapan akan di ambil kembali oleh pemiliknya. Hidup ini kadang seperti kaca yang merefleksikan siapa diri kita, darimana kita, dan apa saja yang sudah kita perbuat di saat itu juga. namun, seakan-akan kita melawan lupa dan berpura-pura tidak menegtahuinya. Allah Mahatau apa yang kita perbuat, hingga pada detik terakhir kita memijakkan langkah di garis-NYA, Dia masih memberikan tanda-tanda yang dijadikan sebagi saksi hidup kita. Memang jarang yang mengetahui apa tanda-tanda itu, kadang hanya terbersit satu kata "oke", ternyata kata "oke" itu mempunyai 2 arti. arti pamitan dan arti "oke" yang sebenarnya.
Semestinya manusia selalu mengingat apa yang sudah Ia lakukan, dan berusaha selalu mengingat Tuhan disetiap jejak yang disinggahi. Sebelum menyesal selama-lamanya. Wallahu'alam  .


RH_03102014_22.40p.m

2 comments:

Corat coret di awal Oktober :)

7:38 AM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments

Alhamdulillah akhirnya Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk berkolaborasi dengan teman-teman yang totalitas ketika di presentasi mata kuliah Kewirausahaan tadi. makasih buat teman2ku Rombel 2 TP'13 hemm...rasanya mantep n puas. walaupun tadi sempat deg-degan juga. Makasih buat mbak Homsa, Afid, Ade, sama Erlin kalian bener-bener kece abis. Dengan nuansa batik kebanggaan kita di Jurusan Teknologi Pendidikan ini menjadi satu kekuatan kalo hari ini kita memang udah niat untuk solid. oya buat Taqi, Tuti, Kamal, Dimi, mas Imam, sama Arwani makasih ya udah ngasih pertanyaan ke kelompokku. jadi tau mana yang salah dan bener dari apa yang tadi kelompok 2 sampaikan. hahaha...buat Ade, hati-hati jangan bawa-bawa "tukang bakso" lagi ya...*ups... . Oya mungkin bagi aku sekarang solidaritas kelompok itu lebih penting dalam kita mengejar cita-cita. mereka yang menjadi teman akan melatih diri agar selalu bertanggung jawab akan apa yang mereka lakukan. Solidaritas akan memberikan makna yang begitu jelas untuk mengantarkan orang kepada sebuah tujuan bersama yaitu "Kerukunan". Ya...walaupun pastilah solidaritas itu tidak selalu mulus dan tiba-tiba ada. kita harus saling koreksi diri, setelah itu apa yang kurang dari dalam diri kita, segera diperbaiki. Ini tidak lepas dari penegrtian seorang teman, entah itu laki-laki atau perempuan...setelah mereka mengerti karakter kita, senantiasa solidaritas itu ada dalam keadaan apapun. Lalu dibalik itu semua ada sejuta motivasi yang dilontarkan, seperti di kelas tadi, sengaja presentasi dari kelompok 2 menggunakan beberapa kata motivasi. ya...meskipun banyak yang bilang kalo kata motivasi itu nggak seindah apa yang telah dilakoni seseoranag. namun, setidaknya kata motivasi harus selalu diberikan ketika presentasi, setidaknya menjadi stimulus untuk menumbuhkan semangat dalam berkonsentrasi. Kemudian dikasih penutup yang sesuai dengan kesimpulan yang ada di topik presentasi yang kita sajikan. pastinya yang mengandung kata motivasi itu. Pokoknya TOP banget deh, kalo keduanya diterapin, suasana kelas jadi nggak bosen. Jadi, yuk... Semangat terus yaa..buat memotivasi siapapun karena dari motivasi itu akan terbentuk suatu solidaritas, walaupun mungkin jarang yang mengetahui akan hal ini. :)

RH

0 comments:

Yang Menjadikanku Kuat

2:23 AM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments



Dari jauh kumenerwang indahnya hidayah yang telah Allah berikan kepadaku, sebuah mimpi yang pernah tersirat di dalam kertas lusuh yang pernah kupajang di kamar kos. Dengan keadaan yang tak sengaja, tiba-tiba angin itu membawaku berlari untuk mengikuti sebuah acara yang memang di dalamnya tersirat makna dimana aku berada sekarang. Ya ...inilah IMAKIPSI atau Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia. Organisasi besar yang mungkin tak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menuju kesana. Inipun jika aku tak mencoba terjung, kemungkinan besar tak ada lagi kesempatan. Oke di dalamnya aku sedikit kaget dengan serangkaian agenda yang belum pernah ku ketahui. hanya beberapa sosok yang ku kenal disana, dan mungkin hanya 2 orang yang benar-benar ku kenal, mereka Mas Idun dan Rian dimana mereka adalah partnerku ketika di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes. Segalanya seperti mimpi, ketika aku berada di forum ini. ku kira ini hanya sebuah pertemuan yang membutuhkan kehadiran delegasi di acara yang sudah ada, ternyata ada pelantikan pengurus juga. Sontak, aku tergaket bukan main, pengalamnku belum setinggi langit, tak tau apa-apa. Hari itu benar-brnar aku sedikit menjerit dengan semua cover yang kugenggam saat itu. Tuhan, rasanya aku ingin pulang saat itu juga. Tetapi aku mulai tersadar dengan semua ini, karena aku pernah mrnuliskannya di catatan kecil, sehingga Tuhanpun menjawab apa yang ada di benakku selama ini. tak sekadar itu saja, Allah juga mempertemukan aku dengan teman-teman yang luar bisas, tak hanya dari Jawa Tengah saja. sehingga jkubisa mengetahui karakteristik dari semua penjuru rekan-rekan imakipsi yang memang sudah mendapatkan kesempatan untuk berada di forum besar ini. aku harap semua tak kan sia-sia. Kata mas Idun seniorku di BEM FIP "jangan kau anggap ini sebagai momok kesasar dalam hidupmu, jadikanlah momen ini sebagai tempat untuk mencari relasi yang akan membawa pengalamanmu menjelajahi indahnya dunia". Kata-kata itulah yang membuatku dan Rian sakan-akan bangkit kembali untuk menjadi seorang yang mampu memegang amanah dan memahami apa arti berorganisasi selama ini. Dari sana, aku mengharapkan sesuatu yang berbeda untuk BEM FIP sendiri, agar aku tak hanya menjadi "bawang kosong semata". Aku ingin menjadi pendobrak gerakan yang selama ini adem ayem saja di dalamnya. Aku tak sombong, tapi inilah sebuah mimpi kecilku selama aku berada di dalam sebuah organisasi. aku ingin menjadi salah satu pelangi yang bisa menginspirasi orang lain, bergerak dengan seluruh pengorbanan yang kumampu. Aku tak ingin teman-temanku lengah di tengah jalan, aku ingin mereka juga sam-sama indah di tengah gelapnya malam hingga mentari kembali memancarkan cahayanya. Dengan Cinta-NYA yang selalu membimbing ke arah Ridho yang aku dan teman-teman harapkan. #obsesiku :) #terinspirasi19-20September2014

0 comments:

6:59 PM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments

Kuliah grafis lagi, rasanya alay...
pengetahuanku masih nol putul, kadang-kadang ngrasa bodo sendiri dengan hal ini, tapi mau bagaimana lagi ini resiko masuk jurusan TEKNOLOGI PENDIDIKAN yang kece badai....
harapanku sih...mudah-mudahan selalu dirahmati oleh Allah, khusus perjalananku di jurusan ini. amiiin.

0 comments:

6:57 AM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments

Klise dari-MU
            Di kala cita dan cinta membayang, alam membias di pelupuk mata, hingga akhirnya terpaku pada suatu tempat yang telah digariskan oleh sang Mahacinta. Kemilau syahdunya jejak langkah kaki seorang insan yang terhubung menjadi sebuah harmoni Ilahi yang sulit ditafsirkan oleh siapapun manakala tak saling merasakan betapa besar anugerahNYA. Klise itulah yang menghampiri hari-hari Habibah, dia adalah seorang anak gadis yang begitu sulit untuk memahami sesuatu, terutama hal agama. Maklum ia besar di lingkungan yang kurang agamis dan penuh hiruk pikuk rayuan dunia fana. Sejak lulus sekolah dasar Ia pergi merantau dari desanya untuk memperoleh pendidikan yang baik, hingga akhirnya Ia diterima di salah satu sekolah menengah pertama yang notabenya nomor satu di daerahnya. Namun, ketika Ia beranjak ke sekolah menengah atas, Ia merasa sangat kurang mengenai hal agama. Sempat ketika kecil ia ikut majlis al-qur’an, sehingga Ia bisa belajar iqra, berlatih khitobah, dan beberapa amalan yang sampai sekarang masih habibah ingat. Pernah juga Ia meminta kepada Ibunya untuk  nyantri setelah SMP, tetapi ibunda Habibah menolak, beliau takut anak gadisnya tak ada yang mengontrol. Tanda itu tak sejalan dengan pemikiran Habibah, kenapa Ibundanya boleh ketika habibah diterima di SMP terbaik di daerahnya? Yang jaraknyapun juga jauh?.............akhirnya garis Tuhan mentikkan kembali kepada Habibah untuk  menuntut ilmu kembali di SMA umum, ya SMA itu mungkin nomer dua di daerahnya. Terbesit raut kecewa wajah Habibah dikala itu, tetapi Ia yakin suatu saat Ia akan menjadi yang terbaik. Memang, mata pelajaran annisaiyah yang sedikit Ia tau dulu, kini akhirnya Ia hanya mendapatkan pelajaran agama dan biologi secara umum, tetapi Ia yakin keimanan seseorang bukan diukur dari mendapatkan mata pelajaran yang satu dan yang lain melainkan prinsip yang akan menjadikan pondasi untuk meraih masa depan cita dan cinta. Berulang-ulang hingga sampai di ujung penghabisan masa SMA, sehingga sayup-sayup angin kehidupan membawanya ke kancah universitas negeri, meskipun sebenarnya universitas itu bukanlah pilihan Habibah pada mulanya, tetapi Ia tetap bersyukur karena Ia percaya harmoni Ilahi lebih baik dari haromoninya sendiri. Bukanlah baik buruknya suatu tempat yang menjadi momok keberhasilan seseorang melainkan bagaimana seseorang itu mampu terlahir menjadi pribadi yang kokoh karena belajar dari tempat itu. Suatu ketika setelah perhelatan pendidikan menghantui Habibah,  di saat itu juga di suatu tempat Ia bertemu dengan seseorang, sebut saja Habibi. Entah, apa yang telah dialunkan oleh nyanyian takdir. Ketika itu, Habibi memakai kemeja krem berdiri tepat di depan pandangan Habibah. Pernah Ia berharap ingin mengetahui siapa pemuda itu, tetapi Ia hanya diam dan bertanya pada dirinya sendiri  “inikah ujian bagiku Ya Robb?”. Hari demi hari di tempat itu Ia lewati, dan ternyata harmoni Ilahi menitikkan kembali sesuatu yang tersembunyi. Ia akhirnya mengetahui pemuda itu, sangat spele memang, mereka dipertemukan dalam sebuah kepanitiaan acara. Sebelum saling mengetahui, Habibah sudah bisa menebak pemuda ini sepertinya pemuda baik dan pintar, dan pastinya taat kepada Allah. Habibah yang ceplas ceplos seketika menjadi sering memikirkan peristiwa saat itu. Tetapi, hari-hari di tempat itu Ia lamapaui dengan biasa saja, hanya bergeming pada dirinya sendiri. Ia tak mau menggores yang telah ditakdirkan oleh sang Mahakuasa kepadanya. Tetapi pernah Ia menuliskan sesuatu untuk Habibi, yang merupakan imajinasi yang bercampur mimpi, tapi tulisan itupun hanya ia simpan di kotak kecil di lemari belajarnya. Samapi-sampai surat itu baru terbaca kembali olehnya ketika Ia menata benda-benda yang akan dibawanya merantau kembali. Isi surat itupun membuat Habibah tertegun kembali dengan kenangan-kenangan yang telah lalu, dengan pelan Ia buka kembali surat itu dan membacanya perlahan.....
sungguh ketika pertama aku melihatmu, tak terbesit sedikitpun kata untuk aku mengenalmu, aku berfikir kau hanya ilkan yang telah ditayangkan olehNYA dipelupuk mataku persis ketika aku menonton televisi.kau hanya diam terpaku, tak tau siapa diriku. Kau tau ketika aku sudah mengenalimu, ternyata kau begitu baik padaku, walau sempat kau sampaikan padaku tentang salam dari temanmu untukku yang membuatku sedikit kecewa. Aku kagum padamu karena Allah telah memberiku kesempatan untuk berbincang banyak denganmu, aku memang bukanlah seorang gadis yang berkerudung besar, tak mengerti banyak tentang agama. Bahkan aku penah menjadi anak tomboy yang dulunya sempat tak mau memakai jilbab. Ada kesan banyak ketika Allah memberiku jalan untuk mengenalimu. Astaghfirullah, maafkan aku Habibi, bukan maksud aku menjadi syetan yang akan mengotori fikiranmu, aku yakin kau pemuda yang yang di cintai Allah, kau begitu merendah dihadapaNYA, dan akupun sangat malu kepadaNYA ketika sempat aku berbincang denganmu, dan kau menundukkan kepala. Maafkan aku jika aku pernah mengagumimu, bahkan aku berharap kepadaNYA agar kita dipertemukan kembali, agar aku dapat berbagi kembali denganmu, namun, jika saat ini bidadarimu yang elok telah bersanding denganmu, sampaikan maafku untuknya. aku tidak bermaksud menaburi bumbu kecut ke dalam rona indah hidupmu, karena ku mengerti imajinasi itu bisa bercampur dengan mimpi, mimpi akan indah jika di dalamnya seorang insan mendapatkan peran baik, begitupun sebaliknya. Satu lagi Habibi, kilauan batu intan selalu terpancar warna pelangi, mejikuhibiniu menjadi paduan warna yang telah memberi kesan menarik untuk batu intan itu. Aku mengerti, layaknya juga hidup ini. Kau telah memberi warna jingga pada hidupku, terimakasih Habibi, semoga Allah selalu melindungi dan menyayangimu. Amiiin Ya Robbal Alamiin.”
            Habibah hanya tersenyum tipis lalu meneteskan air mata ketika membaca surat itu kembali. Waktu itu angin malam yang menemani di kala Ia menuliskannya, berbisik pelan seakan memaksa Habibah untuk segera memberikan surat itu kepada Habibi. Tapi niat itu diurungkannya karena Ia takut, perjalanan cita dan cintanya tak di ridhoi olehNYA, jelas Ia kurang bersyukur dan menjaga hawa nafsunya. Lalu lamat-lamat Ia membuka kembali kotak kecil di meja belajarnya dan memasukkan surat itu kembali kedalamnya. Ia bergumam “skenario Allah adalah yang terbaik, apapun itu”. Bersama desiran jangkrik yang berdesir, Habibah akhirnya tertidur dengan segala cerita di hidupnya. Mencoba menjadi yang terbaik dimanapun Ia berada. #wallahu’alam bissowwab J _AHA_

By: Ratih Hidayah

0 comments: