Pilihlah Pergaulan yang Tepat
Oleh : RH
Remaja
saat ini sering dibingungkan dengan berbagai pilihan di dalam pergaulannya.
Sering kali remaja merasa dirinya telah mengerti arti sebuah pergaulan, padahal
dibalik itu semua masih ada hal yang harus diperhatikan. Misalnya saja dengan
siapakah remaja itu bergaul ? akankah membawa dampak positif atau negatif bagi
mereka ? nah, pada topik kali ini fenomena pergaulan remaja sering menjadi
kusak-kusuk di muka publik. Sehingga tak jarang banyak sekali pihak-pihak yang
mengikuti beredarnya momen ini. Sebenarnya sangat prihatin sekali ketika di
masa remaja tidak bisa menempatkan diri secara benar di lingkungan tempat
mereka bergaul. Salah-salah akan berdampak pada diri remaja tersebut. Oleh
karena itu selektif dalam memilih teman memang sangat diperlukan.
Apalagi
bagi remaja yang keberadaannya sudah jauh dari orang tua. Misalnya saja kost,
karena sudah menjadi anak kost bukan berarti tanggung jawab orang tua akan
anaknya hilang, tetapi akan terus mengontrol keadaan buah hatinya tersebut. Sama
sebenarnya dengan remaja itu sendiri harus mampu mengendalaikan diri di
lingkungan baru tempat mereka tinggal. Pernah ada kejadian seorang remaja tidak
menginginkan tinggal di pesantren, melainkan dirinya ingin tinggal di rumah
kost, jelas sekali bahwa akan terjadi masalah di dalam pergaulan remaja
tersebut. Apalagi mungkin pada saat di pesantren mereka merasa banyak sekali
hal dikekang, sehingga ketika mereka benar-benar jenuh tidak menutup
kemungkinan mereka akan pergi keluar pesantren dan mencari kehidupan baru di
luar sana. Padahal remaja tersebut sama sekali belum mengerti betapa kejamnya
kehidupan di luar sana. Mereka melampiaskan kejenuhan mereka dengan mencoba
bergaul dengan orang lain di luar lingkungan mereka ( pesantren ). Awalnya
mereka merasa sedikit risih dengan pergaulan baru mereka, merasa sedikit
bimbang dan kembali lagi ke pesantren. Namun, karena hal yang membuat mereka
bingung tersebut menjadi sebuah hal yang membuat mereka penasaran maka mereka
ketagihan untuk mencoba kembali. Sampai suatu hari mereka terjebak dalam
kehidupan yang sangat menyimpang dengan kebiasaannya. Sudah banyak kasus
seperti itu di lingkungan masyarakat, masyarakat merasa prihatin ketika sering terjadi hal tersebut. Secara
tidak langsung para remaja tersebut membohongi ornag tuanya dengan berkedok
kehidupan di pesantren. Mereka tidak hanya membohongi orangtua melainkan
pihak-pihak yang terdekat dengan remaja tersebut seperti guru dan teman-teman
mereka ketika berada di dalam pesantren.
Lalu
bagaimana agar tidak terjadi hal seperti itu ? nah, maka jawabannya adalah
tetap menjaga komunuikasi antara orang tua dan anak, kemudian ketika akan
memutuskan sesuatu ada baiknya kemauan anak harus di musyawarahkan secara
matang dengan orangtua, sehingga apa yang telah anak pilih, mereka bisa
bertanggung jawab dan menanggung semua resiko yang dihadapinya, karena melatih
anak untuk selalu bertanggung jawab adalah modal utama untuk menentukan berhasil
dan tidaknya pergaulan mereka.
0 comments: