Aku hanya Berargumen dengan Imajiku

8:47 PM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments

     
       
        Pada saatnya seseorang akan mengerti bagaimana memaknai kehidupan diantara eluan banyak hal. Cerita untuk bermasyarakat menjadi pedoman dalam hidup yang akan menjadikan diri kita menjadi lebih bermakna. Mencari relasi dan penghidupan yang lebih berarti adalah hak setiap orang agar hidupnuya menjadi lebih berpengalaman. Kesempatan demi kesempatan akan datang menjemput mimpi yang pernah hadir disetiap renungan seseorang. Di sinilah letak mimpi yang seharusnya akan berkolaborasi dengan kenyataan yang akan dihadapi pada tilas hidup selanjutnya. Memanfaatkan kesempatan yang hadir kali ini umpama seseorang yang haus dan menemukan mata air, lalu Ia berlari menjemput air itu, dan Ia jadikan bekal untuk perjalanan selanjutnya. Kesempatan tidak pernah salah karena disetiap detiknya merupakan sesuatu yang tidak akan pernah bisa terulang kedua kalinya.                Hanya saja terkadang kesempatan berdatangan begitu banyak, dan enggan kita memilih dimana kita harus berpijak, lalu hati seolah memutar-mutar logika bagaimana cara yang tepat untuk memilih kesempatan tersebut. Hati berharap agar tak menyesal, tetapi logika berharap agar hati mampu bersatu untuk membuat suatu pergerakan. Pergerakan yang seharusnya selalu memberikan manfaat yang selaras dengan tujuan akhir, bukan bergerak dengan hati yang selalu mengikuti, tapi ternyata mengahalang ditengah perjalanan. 
      Orang akan memilih keluarga yang tangguh dimana Ia merasa nyaman, dibandingkan berkerumun dengan orang-orang yang sebenarnya tidak sepaham dengan apa yang mereka maksudkan. Kadang seperti itu adalah wajar, Namun tak selamanya, karena hidup ini tak lepas dengan yang namanya erat berpegangan tangan. Kita memikirkan banyak hal yang berkaitan dengan orang banyak, namun pada akhirnya percuma saja jika langkah kaki hanya berjalan sendirian, walau Ia bertujuan tapi dia egois terhadap lingkungan sekitar. 
        Ini cerita gelisahku padamu yang peduli dan teramat peduli padaku, namun kau tak mengerti arti kehilangan, karena kau berharap menjadikanku agar lebih kuat dan berkembang, untuk tidak hanya berpangku tangan dan segera bergerak. Kau menganggapku, bukan hanya seperti flat shoes yang tak mempunyai hak dan kesempatan.
 Bersama Bayangan







0 comments:

Praktik Pengalaman Lapangan Part 23

10:50 PM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments

             Alhamdulillah sudah sampai di hari ke-23 PPL, suasana semakin tambah akrab. Pagi tadi sudah dilengkapi dengan sambutan hangat di acara tasyakuran dari salah satu pegawai di tempatku PPL. Aku dan teman-teman diundang dan dijamu dengan berbagai makanan enak. Serasa rejeki yang tak terduga-duga, kita bersebpuluh makan dengan girang. Mulaik dari nasi, lauk, sayur hingga kita tambah bakso dan es, semuanya kami lahap dengan senangnya. Ini mungkin yang sering dikatakan oleh kakak tingkat mengapa PPL, kadang menjadi misi untuk perbaikan gizi. hahhaa
            Sebenarnya tidak hanya seklai ini saja, aku dan teman-teman mendapat jamuan, melainkan setiap hari pasti ada makanan yang terhidang di meja kerja. Bersyukur memang, karena sesuatu yang mungkin jarang dapatkan di PPL, namun kita menikmatinya dengan baik. 
Tetapi memang, hari ini selain mendapat kenikmatan, Aku menjadi sedikit stress, rasanya kalau mikir topik skripsi itu bikin cenat-cenut meski sebenarnya udah punya unek-unek. Setelah konsultasi secara sosmed dengan beberapa dosen, maka renacananya akan Aku jadikan sebagai pertimbangan agar aku tak luput dengan yang namanya skripsi itu. Dalam hal ini mungin, aku akan bergerak secara perlahan untuk bisa membuka celah bagaimana sesuatu yang aku lihat dan alami dapat menjadi topik yang terbaik. amiiin.
SEMANGAT BUAT KITA GENGSku ,,...
#PPLAkpol

0 comments:

Edisi Praktik Pengalaman Lapangan part 22

7:51 PM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments

haloo...
udah lama nggak corat-coret di sini. Bahasanya campur-campur...okelah. Sering kali kita masih nampang dengan wajah alay innocent yang terlihat tanpa dosa.
Alhamdulillah Nggak terasa udah hari ke 22, Aku dan teman-temanku mlaksanakan PPL. Kami ber-PPL di Akademi Kepolisian, wahh...kebayang bangaet waktu itu bakal spaneng ketika masuk ke dalamnya, tetapi ternyata nggak sehoror yang kita bayangkan. Banyak pengalaman yang dapat kita ambil di sana. Walaupun memang terkesan monoton, dan esensi arti PPL masih kalah dengan yang PPL di sekolah, tapi kita tetap enjoy. Kegiatan seperti bermain dengan anak-anak Aku sendiri menghabiskannya di desa binaan dimana organisasiku berjalan. oke back to Akpol, Di tempat ini, kita datang dari jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes. di Akpol kita datang bersepuluh dengan satu dosen pembimbing, dimana beliau adalah sekretaris jurusan TP. Di sini kita ditempatkan di bagian pendidikan Taruna. Kebetulan Aku,dan kedua temanku Imam, dan Homsa ditempatkan di bagian Administrasi Pendidikan. Kami sudah seperti keluarga di kantor ini. banyak hiruk pikuk yang kadang kami satu ruangan bercengkerama untuk memecah suasana. Apalgi pimpinan kami yang termasuk kocak selalu memberikan petuahnya untuk kami bertiga. Ada pula dua ibu crunchy, yang selalu mengerti dengan apa yang kita rasakan, selama PPL di Akpol.
Kalau Aku sendiri lebih senang dengan suasana yang riang dan tidak spaneng memang. Setidaknya ada orang di ruangan nggak kayak di kuburan. hii hii hii.... Suasana kocak dan crunchy membuat semangat nggak akan pernah hilang.
Iseng aja sih nulis ginian, soalnya udah lama juga blog ini nggak ku corat coret. singkatnya mulai sedikit bosan tapi bisa terkondisi dengan baik karena kita selalu menikmati apapun yang kami dapat di sini. Semoga memang tidak hanya sebatas mendalami PPL saja, tetapi setelah ini harapannya juga bisa peneitian atau mencari pengalaman lain di sini. Pokonya ingin selalu jaga semnagat, dan yakin pengalaman yang seperti ini tidak akan sia-sia. so, Pasti ada manfaatnya. 

#CariWangsit


0 comments: