Aku hanya Berargumen dengan Imajiku
Pada saatnya seseorang akan mengerti bagaimana memaknai kehidupan diantara eluan banyak hal. Cerita untuk bermasyarakat menjadi pedoman dalam hidup yang akan menjadikan diri kita menjadi lebih bermakna. Mencari relasi dan penghidupan yang lebih berarti adalah hak setiap orang agar hidupnuya menjadi lebih berpengalaman. Kesempatan demi kesempatan akan datang menjemput mimpi yang pernah hadir disetiap renungan seseorang. Di sinilah letak mimpi yang seharusnya akan berkolaborasi dengan kenyataan yang akan dihadapi pada tilas hidup selanjutnya. Memanfaatkan kesempatan yang hadir kali ini umpama seseorang yang haus dan menemukan mata air, lalu Ia berlari menjemput air itu, dan Ia jadikan bekal untuk perjalanan selanjutnya. Kesempatan tidak pernah salah karena disetiap detiknya merupakan sesuatu yang tidak akan pernah bisa terulang kedua kalinya. Hanya saja terkadang kesempatan berdatangan begitu banyak, dan enggan kita memilih dimana kita harus berpijak, lalu hati seolah memutar-mutar logika bagaimana cara yang tepat untuk memilih kesempatan tersebut. Hati berharap agar tak menyesal, tetapi logika berharap agar hati mampu bersatu untuk membuat suatu pergerakan. Pergerakan yang seharusnya selalu memberikan manfaat yang selaras dengan tujuan akhir, bukan bergerak dengan hati yang selalu mengikuti, tapi ternyata mengahalang ditengah perjalanan.
Orang akan memilih keluarga yang tangguh dimana Ia merasa nyaman, dibandingkan berkerumun dengan orang-orang yang sebenarnya tidak sepaham dengan apa yang mereka maksudkan. Kadang seperti itu adalah wajar, Namun tak selamanya, karena hidup ini tak lepas dengan yang namanya erat berpegangan tangan. Kita memikirkan banyak hal yang berkaitan dengan orang banyak, namun pada akhirnya percuma saja jika langkah kaki hanya berjalan sendirian, walau Ia bertujuan tapi dia egois terhadap lingkungan sekitar.
Ini cerita gelisahku padamu yang peduli dan teramat peduli padaku, namun kau tak mengerti arti kehilangan, karena kau berharap menjadikanku agar lebih kuat dan berkembang, untuk tidak hanya berpangku tangan dan segera bergerak. Kau menganggapku, bukan hanya seperti flat shoes yang tak mempunyai hak dan kesempatan.
Bersama Bayangan
Bersama Bayangan

0 comments: