Pilihlah Pergaulan yang Tepat

12:08 AM hidayahratih.blogspot.com 0 Comments


Oleh : RH

Remaja saat ini sering dibingungkan dengan berbagai pilihan di dalam pergaulannya. Sering kali remaja merasa dirinya telah mengerti arti sebuah pergaulan, padahal dibalik itu semua masih ada hal yang harus diperhatikan. Misalnya saja dengan siapakah remaja itu bergaul ? akankah membawa dampak positif atau negatif bagi mereka ? nah, pada topik kali ini fenomena pergaulan remaja sering menjadi kusak-kusuk di muka publik. Sehingga tak jarang banyak sekali pihak-pihak yang mengikuti beredarnya momen ini. Sebenarnya sangat prihatin sekali ketika di masa remaja tidak bisa menempatkan diri secara benar di lingkungan tempat mereka bergaul. Salah-salah akan berdampak pada diri remaja tersebut. Oleh karena itu selektif dalam memilih teman memang sangat diperlukan.
Apalagi bagi remaja yang keberadaannya sudah jauh dari orang tua. Misalnya saja kost, karena sudah menjadi anak kost bukan berarti tanggung jawab orang tua akan anaknya hilang, tetapi akan terus mengontrol keadaan buah hatinya tersebut. Sama sebenarnya dengan remaja itu sendiri harus mampu mengendalaikan diri di lingkungan baru tempat mereka tinggal. Pernah ada kejadian seorang remaja tidak menginginkan tinggal di pesantren, melainkan dirinya ingin tinggal di rumah kost, jelas sekali bahwa akan terjadi masalah di dalam pergaulan remaja tersebut. Apalagi mungkin pada saat di pesantren mereka merasa banyak sekali hal dikekang, sehingga ketika mereka benar-benar jenuh tidak menutup kemungkinan mereka akan pergi keluar pesantren dan mencari kehidupan baru di luar sana. Padahal remaja tersebut sama sekali belum mengerti betapa kejamnya kehidupan di luar sana. Mereka melampiaskan kejenuhan mereka dengan mencoba bergaul dengan orang lain di luar lingkungan mereka ( pesantren ). Awalnya mereka merasa sedikit risih dengan pergaulan baru mereka, merasa sedikit bimbang dan kembali lagi ke pesantren. Namun, karena hal yang membuat mereka bingung tersebut menjadi sebuah hal yang membuat mereka penasaran maka mereka ketagihan untuk mencoba kembali. Sampai suatu hari mereka terjebak dalam kehidupan yang sangat menyimpang dengan kebiasaannya. Sudah banyak kasus seperti itu di lingkungan masyarakat, masyarakat merasa  prihatin ketika sering terjadi hal tersebut. Secara tidak langsung para remaja tersebut membohongi ornag tuanya dengan berkedok kehidupan di pesantren. Mereka tidak hanya membohongi orangtua melainkan pihak-pihak yang terdekat dengan remaja tersebut seperti guru dan teman-teman mereka ketika berada di dalam pesantren.
Lalu bagaimana agar tidak terjadi hal seperti itu ? nah, maka jawabannya adalah tetap menjaga komunuikasi antara orang tua dan anak, kemudian ketika akan memutuskan sesuatu ada baiknya kemauan anak harus di musyawarahkan secara matang dengan orangtua, sehingga apa yang telah anak pilih, mereka bisa bertanggung jawab dan menanggung semua resiko yang dihadapinya, karena melatih anak untuk selalu bertanggung jawab adalah modal utama untuk menentukan berhasil dan tidaknya pergaulan mereka.

0 comments: