Skripsi VS UN
Skripsi
bagi sebagian mahasiswa tingkat akhir merupakan tantangan terbesar sepanjang
perjalanan kuliah. Perbedannya adalah ketika masih berada dijenjang sekolah
menengah yaitu pada Ujian Nasional (UN) yang menjadi tonggak kelulusan,
sedangkan saat berada di perguruan tinggi skripsi merupakan salah satu tugas
akhir untuk mendapatkan menjadi tolok ukur kelulusan seseorang untuk menyandang
gelar sarjana. Skripsi sebenarnya tidak berbeda jauh dengan tugas-tugas lain
saat perkuliahan, hanya saja skripsi lebih membutuhkan kematangan dalam
penguasaan materi dan analisis hasil penelitian.
Tahap
demi tahap yang dilakukan oleh mahasiswa ketika mulai mengerjakan skripsi
adalah melakukan bimbingan kepada dosen pembimbing. Dimulai dari proposal
skripsi, hingga memasuki bab dalam isi skripsi, kemudian instrumen penelitian
dan terakhir masuk pada bimbingan akhir tentang hasil penelitian berupa olah
data dan analisis penelitian.
Sebenarnya,
beberapa orang mengatakan bahwa skripsi itu mudah dan cepat selesai asalkan
selalu dikerjakan pasca bimbingan rutin dengan dosen (baca: resvisi). Tidak
mungkin tidak, seorang mahasiswa pasti pernah mengalami yang namanya revisi
saat melakukan bimbingan revisi. Kadang bisa berkali-kali hingga mencapai “accomplish” atau lebih terkenal dengan
kata “acc”. Ketika bimbingan sudah menadapatkan/ mendengar kata-kata “acc” dari
dosen, maka dengan lega mahasiswa merasa senang karena perjuangannya telah
diakui. Tetapi, sering kali mahasiswa setelah bimbingan dan mendpatkan kata “revisi”
beberapa kali, inilah yang seringkali membuat mahasiswa malas untuk melakukan
bimbingan kembali.
Terlalu
lama tidak bimbingan terhadap dosen inilah yang menyebabkan skripsi seorang
mahasiswa tidak kunjung selesai karena terlampau lama yaitu sering membiasakan
revisian yang tidak kunjung dikerjakan. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa
hendaknya setelah melakukan rutinitas bimbingan, juga harus diimbangi dengan
melakukan revisi terhadap skripsinya. Kemudian kunci saat mengerjakan skripsi
adalah jangan mudah mengeluh dan putus asa, karena skripsi bukan saja menguji
seberapa benar penelitian yang dilakukan tetapi di sinilah mental mulai teruji.
Menunggu dosen, meminta tanda tangan, dan lain sebagainya merupakan beberapa
kerikil yang akan mengantarkan seseorang pada gerbang kelulusan saat di
perguruan tinggi, so....sabar ya para pejuang skripsi ! jangan mudah menyerah
!. J


0 comments: