Bercermin Pada "Jalan"
Jalanku, jalanmu sebenarnya satu....
memang....
Kita lihat semua jalan hidup seseorang itu berbeda-beda. Ada yang jalan lurus dengan ambisi yang sudah tertanam lama, ada pula yang memang masih bimbang diantara bising jalan hidup yang mereka lalui. Bahkan ada juga yang tak memikirkan bagaimana jalan mereka ke depan. Ketika memikirkan jalan hidup maka secara tidak langsung seseorang telah berani mengambil resiko dalam kehidupannya. Sebuah tanggung jawab yang akan diembannya dengan segenap kekurangan dan kelebihan yang Ia miliki. Mungkin hanya sebagian orang yang mampu melihat seberapa besar perkembangan orang tersebut untuk menjadi insan yang bertanggung jawab. Sejatinya berlatih tanggung jawab itu perlu dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dipungkiri sejak kita diamanahkan Tuhan untuk menjadi Khalifah di bumi ini, berarti kita harus benar-benar paham dan mengerti, bahwa hidup di dunia yang fana ini semata-mata bukan hanya untuk kesenangan saja. Tetapi juga harus bisa menanggung segala hal yang akan terjadi kelak. Proses manusia erjadi dan segala perjuangannya dikemas dalam satu melodi apik dari Tuhan yaitu kebersamaan. Dalam ranah itu kita menyadari bahwa tanpa adanya kebersamaan tidak ada rasa saling tanggung jawab satu sama lain. Semua hanya mementingkan ego pribadi yang tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan sifat sombong. Bagaimana jika sifat sombong itu dipelihara dalam sebuah kebersamaan ? tentu saja tanggung jawab juga akan hilang, seakan-akan mereka yang merasa "lebih baik dan benar" menjadi seorang yang ambisius tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya.
Banyak orang yang iri terhadap kesenangan orang lain, dan banyak pula yang terkadang tak sengaja mengungkit-ungkit kehidupan orang lain. Bersama bukan berarti harus selalu ikut campur dalam masalah masing-masing individu, tetapi bersama adalah untuk menyatukan satu tujuan yang telah di rancang dalam menjalani hidup sebagai makhluk sosial.

0 comments: